Ada dua faktor yg dapat menghijabi hamba dlm memandang Allah, yaitu syahwat duniawi dan syahwat ruhani……
Dua syahwat tsb berpotensi menjadi hijab seseorg, antara lain keinginan utk meraih derajat dunia dan akhirat……
Dunia kaitannya dg adat tabiat, sedangkan akhirat berkaitan dg derajat ruhaniah…
Syahwat duniawi ialah rasa cinta yg berujung ingin memiliki dan menguasai apa saja yg ada di sekeliling kehidupannya. Sehingga seluruh ruang hatinya dipenuhi oleh rasa cinta thd sesuatu, hingga lupa kepada Allah….
Contohnya : Rasa cinta yang tumbuh kpd suami, istri, anak, harta, jabatan, ilmu nya dsb seperti diisyaratkan dalam firman-Nya :
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita2, anak2, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang2 ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik” (Ali Imran : 14).
Ketika seorang suami sgt mencintai istrinya, kemudian dg cintanya itu sampai lupa memandang Allah, maka perempuan tsb menjadi hijab bagi suaminya. Selama seorg suami mencintai istri, tidak mungkin mencintai Allah…… Begitupun seorg istri yg mencintai suaminya, tidak akan bisa mencintai Allah….. Perlu dipahami di sini, bahwa sesungguhnya Allah itu pencemburu. Jika ada seorang hamba yg berani mengambil resiko dg mencintai selain diri-Nya, maka jangan harap akan sampai keharibaan-Nya…
Tapi jika suami istri tsb menerapkan cintanya sesuai dg kaidah tauhid, saling mencintai karena Allah, sebagai penjabaran cintanya kpd Allah. Maka cintanya itu tdk menjadi hijab, bahkan bisa menjadi pemicu untuk mengangkat tirai2 hijab kpdNya….
Disamping syahwat duniawi, ada pula syahwat ruhani yang menjadi hijab. Syahwat ruhani itu bersifat kemegahan dan kenikmatan akhirat, termasuk di dalamnya keinginan utk mendapatkan rahasia2 yg ada di wilayah ruhaniah…… Seperti mendambakan derajat ruhani yg tinggi sampai ma’rifah, mendapat anugerah boleh keluar masuk alam jin, jadi waliyullah yg bisa bertamasya melihat2 syurga dan neraka, memiliki banyak karomah, bahkan ingin jadi orang yg sempurna di wilayah ruhani dsb…..
Semua keinginan tersebut, sekalipun baik maksudnya, namun bisa menjadi hijab bagi orang yang sdg menuju Allah. Karena keinginan tsb, merupakan angan2 yang muncul dari syahwat yg tersembunyi (syahwatul khafiah). Hal itu juga dapat memalingkan atau menghijab perjuangan dan perjalanan seorang yg menuju Allah…..