Menghadapi satu episode permasalahan….. Dipenuhi pikiran liar, merasa mampu, yang membawa kpd kegaulauan, kegelisahan dan ketakutan………pd hal….akhir episode itu tdk spt yg dipikirkan td, dicemaskan td, ditakutkan td……Fa’lulyumayurid….tak diduga, tak disangka, tak pernah terpikirkan oleh pikiran, tak pernah terlintas di hati………….di akhir episode, barulah kita “ngeh”…….
Lalu episode2 yg lainpun di mulai lg…..dg akhir episode nya membuat kita “ngeh” lagi, di ajarkanNya dg mata pelajaran “ngeh”…………bukan mauku, inginku, kehendakku, MauNya, inginNya, KehendakNya lah yg jadi…………..dimampukanNya utk selalu “ngeh” sepanjang episode atau istilah lainnya ngeh yg berterusan …. Itulah ISTIQAMAH……..
Dalam kurikulum, jenjang2 Istiqamah boleh2 saja menjadi ukuran……………namun byk jg, yg belum melaksanakan istiqamah, atau baru jalan istiqamah , namun sudah layak utk masuk kurikulum yg jauh di atasnya…………dg pandangan bgm kah melihat hal spt itu…..?? Tentulah dg pandangan “ngeh”…..