Sebelum membahas masalah hakekat sahur, sebaiknya kita hrs mengetahui apa tujuan dari berpuasa, krn salah satu sunah utk menjalankan berpuasa adalah makan sahur terlebih dahulu……
Istilah Shiyam berasal dari bahasa Arab, yg artinya mengendalikan, menahan atau mengekang….
Kadang Kata shiyam diterjemahkan dg istilah puasa, yg sebenarnya kurang tepat. Krn puasa berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya menyiksa…..
Inilah yg disebut salah kaprah….
Berdasarkan arti yg sebenarnya dari kata Shiyam ini, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa shiyam adalah suatu cara untuk mengendalikan atau menahan diri kita dari berbagai keinginan dasar atau fitrah manusia, yaitu aktifitas inderawi, seperti mendengar, melihat, mencium, mengucap, mengecap dan keinginan syahwat serta aktifitas akal…..
Berdasarkan pengertian ini, kita juga dapat menggolongkan tingkatan shiyam sebagai berikut :
1. Shiyam awm (umum) adalah tatacara mengendalikan aktifitas mengecap (makan minum) dan keinginan seksual….
2. Shiyam Khawas (khusus) adalah tatacara mengendalikan aktifitas melihat, mendengar, mengucap dan berfikir dan berperasaan yg bersifat negatif…..
3. Shiyam Khawasul Khawas (khusus dari yang khusus) adalah tatacara mengendalikan atau menahan aktifitas inderawi dan akal, secara total…..
Sedangkan tujuan kita melakukan Shiyam adalah agar menjadi orang yang terpelihara atau terjaga (mutaqin)….
Orang yang Mutaqin adalah orang yg selalu memelihara Nur Iman yg telah didapatkan setelah ia bersyahadat atau menyaksikan Allah untuk pertama kalinya…..
Nur Iman adalah Nur Ilahi yang telah disaksikan dengan mata qalbu dan telah tersegel (khatami) di qalbunya sebagai tanda sebagai orang yg beriman…..
Untuk memelihara Nur Iman tersebut, kita diharuskan melaksanakan shiyam khawasul khawas yang diawali dg melakukan sahur…..
Secara hakekat melaksanakan sahur adalah mempersiapkan diri dg ritual mengosongkan (takhali) dari rekaman2 negatif yg terekam oleh inderawi, kemudian mengisinya (tahali) dengan kalimat2 atau afirmasi Suci…..
Dari sekian banyak kalimat2 Suci, yang terbaik adalah Kalimat Tahlil…..
Setelah pengulangan kalimat2 suci tsb membuat diri menjadi muthmainah, maka dilanjutkan dg melakukan ibadah Shiyam Khawasul khawas untuk mendapatkan kenikmatan bertemu dg Allah dan kembali kepada Sang Fathir dengan Tajali yang sempurna…..
”Bagi orang yang bershiyam akan mendapatkan dua kenikmatan, yaitu kenikmatan saat kembali ke Afthar dan kenikmatan saat bertemu dg Tuhannya” (HR Bukhari)
”Berilah makan qalbumu dg hal2 Qudusan, pengosongan Takhali, tahali
sebelum kamu melakukan Shiyam Khawasul Khawas,
agar kamu mendapatkan kenikmatan bertemu Tuhanmu
dengan Tajali yang sempurna”……..itu lah hakikatnya sahur…
MOHON MAAF LAHIR BATHIN…