3. MASJID ( BAITULLAH )

Istilah masjid dalam bahasa Arab berasal dari kata sajada yg berarti bersujud (menyembah). Kata sajada yg mendapat awalan ma sehingga membentuk kata masjid mengandung arti tempat sujud, tempat ber-Ibadah kpd Allah….
Hadits yg diriwayatkan Turmudzi dari Abi Sa’id al-khudri yang berbunyi bahwa “Tiap potong tanah itu adalah masjid.” Selain itu dalam hadits yang lain Nabi Muhammad saw menerangkan bahwa “telah dijadikan tanah itu masjid bagiku tempat sujud.”….

Dari keterangan kedua hadits tsb jelas bahwa arti masjid itu sebenarnya adalah tempat sujud, bkn hanya sebatas sebuah gedung atau bangunan atau tempat ibadat yg tertentu seperti yang digunakan pada umumnya dewasa ini……

“Ada tujuh golongan yang akan Allah naungi mereka pada hari tiada naungan selain naungan Allah yaitu diantaranya :

“…..dan seorang yang hatinya terikat dengan Masjid…” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
Dimanakah hakikatnya tempat sujud itu,  masjid itu…?  Yaitu pada satu tiang tujuh jendela diantara dua busur panah pd qalbun mukmin baitullah…..

Bukankah skg rmh2 kita telah menjadi masjid….
Sholatlah selalu di masjid wlupun sholat di rmh…
Sholat berjama’ahlah selalu, wlupun sendirian….

Masjid atau Baitullah atau Qalbu ini memiliki Pintu, dan PintuNya memiliki Kunci. Setiap manusia wajib bertamu di RumahNya ini, agar  mendptkan keselamatan sebagaimana yg dijanjikanNya. Untuk dpt membuka PintuNya, setiap manusia sudah dibekali bahkan memiliki Kunci untuk membuka pintu rumah -Nya, namun sayang blm banyak yg mengetahui bagaimana menggunakannya…..

Jalan untuk memasuki rumah Nya telah dicontohkan oleh Para Nabi, Para Shiddiqin, Para Syuhada, dan Para Shalihin. Itulah jalan Shirathal Mustaqim ( Jalan kebangkitan,  kebangkitan apa…??  Kebangkitan ruhaniah) …….. Karena sesungguhnya Allah meliputi langit dan bumi (Q.S 2:255), Allah juga meliputi kita  (Q.S 17:60), berarti semua manusia ini ada dalam DiriNya,  Allah Maha Halus dan Maha Mangetahui (Q.S 6:103), Allah meliputi timur dan barat, sehingga kemana pun engkau memalingkan wajah engkau, kan kau  dapati Allah  (Q.S 2:115), Allah   begitu dekat dengan manusia (Q.S 2:186),  Allah   selalu bersama manusia (Q.S 8:12) , Allah  lebih dekat kepadamu melebihi dekatnya urat lehermu (Q.S 50:16). Karena Allah dekat denganmu, maka “Rumah”Nya pun pasti dekat denganmu…..”Qalbun mukmin baitullah”…..
Untuk memasuki rumah Nya diperlukan Seorang Penunjuk Jalan, Rasul…. diperlukan  bantuan seorg Mursyid, bantuan seorang Guru Spiritual , seorang Ulama yang Warisatul Anbiya ( pewaris ilmunya para Nabi )……

Agar dimampukanNya Ashalatul mi’rajul mu’minin pada masjid, qalbun mukmin baitullah…….

Diterbitkan oleh Arianto

simple and easy going

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai